Tampilkan postingan dengan label dasar pertenunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dasar pertenunan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2015

Anyaman Kain Tenun

Kain yang dibuat dengan cara menenun dapat dibagi menjadi 3 anyaman dasar, yaitu :

anyaman polos (plain weave)


anyaman keper (twill weave)


anyaman satin (sateen weave)


Berdasarkan anyaman dasar ini dapat juga dibuat anyaman turunannya. Ada berbagai anyaman turunan yang ada sampai saat ini, mungkin akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Pinggir kain dari anyaman yang  dibuat dengan mesin tenun konvensional dengan teropong bersifat tertutup, sedangkan pinggir kain dari anyaman yang dibuat dengan mesin tenun tanapa teropong pada dasarnya bersifat terbuka, tetapi bisa juga dibuat menjadi tertutup.

Selain itu, ada kain yang anyamannya bisa dibuat bermotif  atau bergambar dengan menggunakan mesin tenun yang dilengkapi dengan mesin jacquard.

Jumat, 14 Agustus 2015

Mesin Tenun (Loom, Weaving Machine)

Alat yang digunakan untuk membuat kain tenun disebut mesin tenun, tetapi ada juga peralatan untuk membuat kain tenun yang tidak menggunakan mesin, yakni yang dikenal sebagai alat tenun bukan mesin (atbm) yang digerakkan oleh tenaga manusia.

Mesin tenun bisa dikelompokkan menjadi :
1.   mesin tenun dengan teropong (shuttle loom)


2.   mesin tenun tidak dengan teropong (shuttleless loom)


Shuttleless loom terdiri dari :
  •  jet loom : water dan air jet loom

  •  rapier : rigid dan flexible

  •  projectile atau gripper




Gerakan Pada Pertenunan

Untuk membuat silangan-silangan kedua macam benang  diperlukan langkah atau gerakan utama :
  •  pembukaan mulut lusi (shedding)


  •  peluncuran pakan (picking, weft insertion)


  •  pengetekan atau perapatan/pemukulan pakan (beating up)
                                                                   

Dengan ketiga gerakan ini, sebenarnya kita sudah dapat membuat anyaman (tenunan). Namun, agar proses pertenunan dapat berjalan terus, dengan hasil kain yang panjang, maka diperlukan dua gerakan lagi, yakni gerakan sekunder :
  •  penguluran lusi (letting off)
  •  penggulungan kain (taking up)

Selain gerakan primer dan gerakan sekunder tersebut di atas, agar produktivitas mesin tenun bisa tinggi dan menghasilkan kain dengan mutu yang tinggi masih diperlukan gerakan tambahan lainnya pada mesin tenun. 

Senin, 10 Agustus 2015

Dasar Ilmu dalam Pertenunan


Proses menenun atau membuat tenunan yang biasa disebut sebagai  pertenunan  adalah proses membentuk suatu anyaman dari dua macam benang . Anyaman terbentuk dengan menyilangkan benang-benang dengan posisi saling tegak lurus.


Benang-benang yang searah dengan panjang kain disebut sebagai benang lusi (atau benang lungsi, lungsin), sedangkan benang yang melintang ke arah lebar kain disebut sebagai benang pakan.



Agar bisa berfungsi dengan baik selama proses pertenunan, masing-masing benang harus mengalami proses pengerjaan awal terlebih dahulu, yakni persiapan pertenunan.  Untuk pertenunan dengan mesin-mesin tenun konvensional, benang pakan mengalami proses pengelosan atau penggulungan pada palet (spindel). Benang lusi mengalami proses penghanian (warping), penganjian, dan pencucukan. Kemudian kedua macam benang tersebut dipasang di mesin tenun kemudian siap untuk dikerjakan.